Kabupaten Jepara berhasil masuk dalam jajaran calon lokasi prioritas penyelenggaraan Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026. Penetapan strategis ini didasarkan pada hasil asesmen mendalam serta verifikasi lapangan yang dilakukan secara ketat oleh Pemerintah Pusat terhadap lokasi potensial yang telah resmi diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Jepara. Langkah maju ini menjadi babak baru yang sangat dinantikan bagi peningkatan mutu pembelajaran dan pemerataan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Kepastian mengenai masuknya Jepara ke dalam peta prioritas nasional SNT 2026 disampaikan langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo, saat menghadiri Forum Koordinasi Penetapan Lokasi Penyelenggaraan SNT Tahun 2026 yang berlangsung di Tangerang pada tanggal 10 hingga 12 Juni 2026. Forum penting tersebut diselenggarakan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Bupati yang akrab disapa Mas Wiwit ini menjelaskan bahwa seluruh proses penilaian dan verifikasi faktual dilakukan oleh tim ahli melalui Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan PNFI. Hasil penilaian komprehensif itulah yang menjadi landasan utama pusat dalam menentukan kelayakan wilayah Jepara.
Dalam keterangannya yang didampingi oleh Kepala Disdikpora Jepara, Ali Syafii, Bupati berharap agar seluruh tahapan administrasi hingga penetapan final dapat berjalan lancar sesuai jadwal. Kehadiran SNT dinilai akan membuka ruang yang sangat luas bagi anak-anak berprestasi di seluruh wilayah Jepara untuk mendapatkan akses pendidikan yang jauh lebih bermutu, berdaya saing tinggi, dan inklusif.
Sementara itu, pihak Disdikpora Jepara menjelaskan bahwa lahan yang diusulkan terletak di Desa Sumawal Timur, Kecamatan Pakis Aji. Kawasan ini dinilai sangat strategis karena berada dekat dengan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang juga tengah dipersiapkan pemerintah. Lokasi ini telah memenuhi berbagai kriteria mutlak dari pusat, mulai dari status kepemilikan hukum lahan yang jelas milik Pemkab, kondisi topografi yang aman dari bencana, aksesibilitas yang mudah dijangkau, hingga lingkungan yang sangat kondusif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Kepala Bidang Sekolah Dasar, Ahmad Husni Mubarok, menambahkan bahwa jarak lahan ke permukiman warga hanya berkisar 1,3 kilometer, jauh di bawah batas maksimal syarat pusat yaitu lima kilometer. SNT dirancang sebagai lembaga inklusif bebas pungutan biaya yang berfokus melayani siswa berprestasi tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga. Sekolah ini nantinya akan memadukan kombinasi kurikulum nasional dan internasional, serta ditunjang fasilitas canggih seperti ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium berstandar internasional, perpustakaan modern, hingga layanan transportasi khusus bagi para siswa.
JEPARA MASUK CALON LOKASI PRIORITAS SEKOLAH NASIONAL TERINTEGRASI TAHUN 2026 BERDASARKAN ASESMEN KEMENDIKDASMEN

Tinggalkan Balasan