Sebanyak 160 Kepala Keluarga (KK) di Dukuh Getaan, Desa Cepogo, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, akhirnya dapat bernapas lega. Masalah krisis air bersih yang kerap menghantui mereka setiap kali musim kemarau tiba kini menemukan titik terang. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Bank Jateng meresmikan fasilitas sumur bor baru yang siap mengalirkan air bersih secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga setempat.
Petinggi Desa Cepogo, Sunaryo, mengungkapkan bahwa fasilitas sumur bor ini akan melayani warga yang berada di wilayah RT 1 dan RT 2 / RW 13. Sebelum adanya bantuan ini, sebagian besar warga terpaksa mengandalkan sumur galian pribadi dan aliran sungai yang debit airnya sering kali menyusut drastis saat kemarau panjang. Bahkan, wilayah tersebut secara rutin harus mengandalkan bantuan pasokan air bersih yang dikirimkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara. Kehadiran sumur bor ini diharapkan menjadi solusi permanen dalam mengatasi krisis air di Dukuh Getaan.
Fasilitas vital ini nantinya akan dikelola langsung oleh Kelompok Masyarakat Srikandi Bening. Kelompok ini tidak hanya bertanggung jawab dalam mengatur pemanfaatan dan distribusi air secara adil, tetapi juga memegang kendali atas perawatan berkala seluruh fasilitas agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Jateng, Erik Albilan, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen nyata perusahaan. Bank Jateng membangun total tiga sumur bor di Kabupaten Jepara dengan total anggaran mencapai Rp450 juta, di mana masing-masing lokasi mendapat alokasi dana sebesar Rp150 juta. Tiga lokasi strategis tersebut berada di Desa Cepogo, Desa Banjaran, serta Desa Kepuk di Kecamatan Bangsri. Erik menambahkan bahwa ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan besar di Jepara, sehingga program ini dirancang sebagai investasi jangka panjang demi mengurangi kerentanan masyarakat terhadap bencana kekeringan.
Apresiasi tinggi datang dari Bupati Jepara, Witiarso Utomo. Beliau menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Bank Jateng atas kontribusi sosial ini. Witiarso berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut. Menurutnya, langkah krusial berikutnya yang perlu dibangun adalah infrastruktur jaringan distribusi air yang lebih luas agar manfaat sumur bor ini dapat menjangkau lebih banyak rumah tangga di sekitarnya.
Kegembiraan juga dirasakan langsung oleh warga, seperti Mutiasih dan Rini. Rini, yang memiliki usaha katering rumahan, mengaku sangat terbantu karena selama ini debit air di rumahnya sering tersendat, yang menghambat kelancaran usahanya. Selain meresmikan sumur bor, Bank Jateng juga menyerahkan bantuan TJSL tambahan berupa tenda UMKM senilai Rp179,2 juta kepada Pemkab Jepara untuk mendukung perputaran roda ekonomi pelaku usaha lokal.
160 KK DI DESA CEPOGO JEPARA KINI NIKMATI AKSES AIR BERSIH DARI SUMUR BOR BARU

Tinggalkan Balasan