JEPARA — Pemerintah Kabupaten Jepara kembali menunjukkan komitmennya dalam mempererat hubungan sosial dan keagamaan melalui program unggulan “Jumat Berangkat”. Kegiatan yang telah memasuki pelaksanaan ke-11 ini digelar secara khidmat di Desa Senenan dan Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, beserta segenap jajaran Perangkat Daerah, program ini dirancang sebagai jembatan langsung untuk mendekatkan birokrasi pemerintahan dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat.
Program “Jumat Berangkat” bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen strategis Pemerintah Kabupaten Jepara dalam merealisasikan visi besar Jepara MULUS, sebuah akronim dari Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius. Visi ini diwujudkan tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga melalui penguatan fondasi mental spiritual serta kerukunan antarumat beragama secara inklusif. Melalui langkah konkret ini, pemerintah hadir langsung di tengah-tengah warga demi mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkokoh hubungan lintas iman yang harmonis.
Rangkaian kegiatan pada edisi kali ini diawali dengan kunjungan resmi ke Gereja Injil Tanah Jawi (GITJ) Senenan. Kunjungan ini menjadi simbol kuat atas tingginya nilai toleransi dan komitmen menjaga kerukunan beragama di Bumi Kartini. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati yang akrab disapa Gus Hajar menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada pengurus gereja setempat. Pendeta GITJ Senenan, Danang Kristiawan, menyampaikan apresiasi yang mendalam dan mengungkapkan bahwa ini merupakan momen bersejarah lantaran menjadi kunjungan pertama seorang Wakil Bupati ke salah satu gereja tertua dan bersejarah di wilayah Jepara tersebut.
Setelah merampungkan agenda di GITJ, rombongan bergerak menuju Vihara Bodhi Manggala. Di tempat ibadah umat Buddha ini, Gus Hajar kembali menyerahkan bantuan sosial yang diterima langsung oleh Juwandoyo selaku pengurus vihara. Kehadiran jajaran eksekutif ini disambut hangat sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah yang adil dan merata terhadap seluruh pemeluk agama.
Titik puncak kegiatan dipusatkan di Masjid Ar Rokhman. Sebelum menunaikan ibadah salat Jumat berjamaah, Gus Hajar meresmikan pembukaan bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui prosesi pemotongan pita. Bazar tersebut menampilkan berbagai produk unggulan masyarakat setempat, mulai dari kuliner tradisional hingga kerajinan tangan lokal. Wakil Bupati juga turut memborong sejumlah produk warga sebagai bentuk dukungan riil terhadap kebangkitan ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
Menjelang ibadah salat, diserahkan pula bantuan keagamaan berupa perlengkapan ibadah, termasuk sarung, mukena, sajadah, serta bibit tanaman buah untuk penghijauan lingkungan masjid. Penyaluran bantuan ini didukung penuh oleh sinergi lintas lembaga, mencakup BAZNAS, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Kementerian Agama Republik Indonesia.
”Program ini adalah bagian integral dari visi misi Jepara MULUS, khususnya dalam pilar religius. Nilai religius yang kami maksud bukanlah milik satu golongan agama saja, melainkan sebuah ruang bersama di mana semua pemeluk agama harus ikut terlibat aktif dalam membangun Kabupaten Jepara tercinta,” tegas Gus Hajar dalam sambutannya.
Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Jepara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga kondusivitas, kebersamaan, dan perdamaian demi mewujudkan tatanan daerah yang maju, makmur, berkelanjutan, dan penuh keberkahan.
JUMAT BERANGKAT: WUJUD NYATA PEMERINTAH KABUPATEN JEPARA MEMPERERAT TOLERANSI DAN STRATEGI MENUJU DAERAH “MULUS”

Tinggalkan Balasan