JEPARA – Semangat kebangsaan dan persatuan yang mendalam terlihat jelas saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila digelar di Halaman Kantor Bupati Jepara pada Senin (1/6/2026). Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Dandim 0719/Jepara, Letkol Inf Rannya Hitfitriyadi. Upacara khidmat ini turut diikuti oleh jajaran Forkopimda, para Kepala Perangkat Daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara.Dalam amanatnya, Letkol Inf Rannya Hitfitriyadi membacakan sambutan tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Ia menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan momen refleksi krusial bagi seluruh elemen bangsa untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.Di tengah situasi dunia yang saat ini diwarnai oleh ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia dinilai mampu berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagi dunia internasional. Keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik berhasil disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila dipandang sebagai “jangkar moral” yang tangguh dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi yang masif hingga dinamika geopolitik yang terus bergejolak.”Pancasila adalah ‘bintang penuntun’ yang telah membuktikan ketangguhannya,” ucap Dandim 0719/Jepara saat membacakan sambutan dari Kepala BPIP tersebut.Indonesia ditegaskan bukan hanya menjadi penonton pasif dalam kancah dunia. Sesuai dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bangsa ini memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai musyawarah dan mufakat yang dianut Indonesia menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan sekaligus menghentikan berbagai konflik.Sebagai bangsa yang besar, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata melalui kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta peran aktif dalam mediasi konflik regional. Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema ini menjadi pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan internal bangsa Indonesia, melainkan juga menjadi jawaban atas terciptanya perdamaian dunia.Di akhir sambutan, Dandim mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan sampai nilai luhur ini hanya menjadi hiasan dinding atau teks usang di buku sejarah. Selama darah Indonesia masih mengalir, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa.
PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA 2026 SEBAGAI PEMERSATU BANGSA DAN FONDASI PERDAMAIAN DUNIA

Tinggalkan Balasan