BUPATI JEPARA SERAHKAN KARTU MEBEL: TARGETKAN UKIRAN TEMBUS PASAR GLOBAL DAN SEJAHTERAKAN PENGUKIR

JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara terus berkomitmen meningkatkan daya saing industri mebel sekaligus mengangkat kesejahteraan para pengrajin ukir lokal. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang bekerja sama dengan Yayasan Pelestari Ukir (PELUKI) Jepara, jajaran pemerintah daerah resmi membuka rangkaian Pelatihan Inovasi Produk dengan Ornamen Ukir, Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kayu, serta meluncurkan Penyerahan Kartu Mebel Jepara. Agenda strategis ini dilaksanakan di kawasan Pantai Kartini, Jepara, mulai Senin (22/6/2026).
​Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo yang akrab disapa Mas Wiwit, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna krusial bagi masa depan industri furnitur daerah. Menurutnya, ukiran Jepara bukan sekadar komoditas ekonomi semata, melainkan sebuah mahakarya seni bernilai tinggi serta warisan leluhur yang wajib dijaga identitasnya secara turun-temurun agar tidak punah ditelan zaman.

​”Jepara sejak lama telah dikenal luas sebagai The World Carving Center atau pusat ukir dunia. Pelatihan inovasi produk dengan sentuhan kontemporer ini diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai desain baru yang segar tanpa mencabut akar jati diri tradisi kita,” tutur Mas Wiwit dalam sambutannya

Langkah penguatan ini didasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa sektor industri tetap menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Pada tahun 2025, industri pengolahan menyumbang kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jepara, yakni mencapai 33,81 persen. Sektor industri furnitur sendiri ditopang oleh 883 perusahaan dengan nilai investasi fantastis melebihi Rp1,57 triliun, serta berhasil menyerap 8.238 tenaga kerja operasional.
​Komoditas ekspor furnitur kayu Jepara pada tahun 2025 juga mencatatkan performa luar biasa dengan nilai mencapai 197 juta Dolar AS atau setara dengan Rp3,19 triliun, mencakup jangkauan hingga ke 114 negara tujuan ekspor di seluruh dunia. Nilai ekspor yang masif tersebut menyumbang sekitar 34,5 persen dari total keseluruhan nilai ekspor Kabupaten Jepara.
​Guna menjaga tren positif ini, Pemkab Jepara menyiapkan program unggulan seperti Festival Ukir Internasional, Pengembangan Museum Ukir Nusantara, pembangunan Pasar Mebel Jepara, hingga program UMKM naik kelas. Salah satu tonggak utamanya adalah penyerahan Kartu Mebel Jepara, yang saat ini telah terealisasi sebanyak 850 kartu dari target total 1.500 kartu. Kartu ini akan menjadi basis data valid untuk menyusun program pembinaan yang tepat sasaran, meningkatkan kompetensi pekerja, serta membuka akses dukungan pendidikan (KIP/PIP) dan jaminan kesehatan bagi keluarga pengukir.
​Sementara itu, Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kabupaten Jepara, Muhammad Abdul Khafidz, menambahkan bahwa pihaknya siap bersinergi penuh mengawal program ini. GEKRAFS akan berfokus mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan sektor pariwisata, termasuk optimalisasi produk suvenir dan oleh-oleh khas ukiran Jepara agar mampu menembus pasar global dan menyejahterakan para pekerja mebel.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *