DEKRANASDA JEPARA JAJAKI KOLABORASI DENGAN KOTA PEKALONGAN

Sinergi Dua Kekuatan Kreatif Jawa Tengah
​Pertemuan antara Dekranasda Kabupaten Jepara dan Kota Pekalongan ini menandai langkah strategis dalam menyatukan dua kekuatan kreatif besar di Jawa Tengah. Sebagai daerah yang masing-masing telah diakui oleh dunia—Jepara dengan mahakarya ukirnya dan Pekalongan dengan identitas Kota Batik Dunia—kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan standar baru dalam pembinaan IKM di tingkat regional. Ketua Dekranasda Jepara, Laila Saidah Witiarso, menekankan bahwa di era ekonomi digital, keberhasilan sebuah daerah tidak lagi diukur dari kompetisi, melainkan dari sejauh mana antar-daerah mampu berkolaborasi dalam rantai pasok global.
​Salah satu poin krusial yang dipelajari dalam kunjungan ini adalah efektivitas pengelolaan galeri kerajinan yang representatif. Keberhasilan Pekalongan dalam membukukan omzet ratusan juta rupiah melalui galeri resmi menjadi rujukan bagi Jepara untuk merevitalisasi pusat-pusat promosi kerajinan di Kota Ukir. Fokusnya bukan sekadar memajang produk, melainkan menciptakan pengalaman berbelanja (shopping experience) yang didukung oleh narasi produk yang kuat, kurasi yang ketat, dan tata letak yang estetik guna menarik minat pembeli kelas menengah ke atas serta kolektor seni.
​Inovasi Desain dan Keberlanjutan Lingkungan
​Selain tata kelola manajerial, aspek pengembangan produk berbasis ramah lingkungan (eco-friendly) menjadi perhatian utama dalam diskusi tersebut. Praktik baik Pekalongan dalam mengembangkan batik ecoprint dan industri ramah lingkungan memberikan perspektif baru bagi Dekranasda Jepara untuk mengintegrasikan konsep serupa pada industri furnitur dan kerajinan kayu. Penggunaan bahan pewarna alami, pemanfaatan limbah kayu, hingga sertifikasi kelestarian hutan menjadi nilai tambah yang kini sangat dicari oleh pasar internasional, terutama di Eropa dan Amerika Serikat.
​Laila Saidah berharap, melalui pendampingan dan monitoring berkelanjutan seperti yang diterapkan di Pekalongan, pelaku UMKM di Jepara dapat lebih disiplin dalam menjaga kualitas dan konsistensi produksi. Transformasi digital yang dipadukan dengan penguatan kemasan (packaging) akan menjadi prioritas jangka pendek agar produk unggulan Jepara tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga mampu bersaing di pasar marketplace global.
​Kunjungan kerja ini ditutup dengan komitmen untuk melakukan pertukaran promosi, di mana produk-produk unggulan Jepara dan Pekalongan diharapkan bisa saling mengisi dalam berbagai ajang pameran strategis ke depan. Dengan sinergi ini, visi untuk menjadikan industri kreatif sebagai pilar ekonomi yang tangguh dan adaptif di Kabupaten Jepara optimis dapat segera terwujud.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *