Perayaan Cap Go Meh di Kelenteng Hian Thian Siang Tee, Desa Welahan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah berlangsung meriah dan sarat makna pada Selasa (3/3/2026). Rangkaian acara dimeriahkan atraksi barongsai dan tabuhan rebana yang memikat ribuan warga.
Yang menarik, perayaan Cap Go Meh tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan. Panitia pun menggelar buka puasa bersama yang diikuti ratusan umat Muslim setempat. Warga dari berbagai latar belakang agama dan budaya duduk bersama menikmati hidangan lontong Cap Go Meh dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Ketua Yayasan Kelenteng Welahan, Sugandhi, menjelaskan Cap Go Meh merupakan puncak perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari ke-15. Menurutnya, perayaan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum mempererat persaudaraan.
“Cap Go Meh adalah penutup rangkaian Tahun Baru Imlek. Maknanya tentang rasa syukur, harapan, dan doa agar tahun yang dijalani membawa kebaikan. Karena tahun ini bertepatan dengan Ramadan, kami mengajak umat Muslim berbuka puasa di kelenteng dengan menu lontong Cap Go Meh,” ujar Sugandhi.
Lontong Cap Go Meh merupakan kuliner khas Tionghoa peranakan yang memadukan cita rasa lokal nusantara. Hidangan ini dipercaya melambangkan keberuntungan dan panjang umur, sehingga selalu hadir dalam perayaan Cap Go Meh di Jepara.
Sugandhi menambahkan, setelah salat tarawih, rangkaian acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit sebagai bentuk pelestarian budaya Jawa.
Salah satu warga Ketileng, Naya (18), mengaku sengaja datang bersama tiga temannya untuk menyaksikan atraksi barongsai dan rebana sambil menunggu waktu berbuka puasa. “Sengaja datang ke kelenteng untuk ngabuburit dan menyaksikan atraksi barongsai serta rebana,” ujarnya.
Naya menilai toleransi antarumat beragama di wilayah Welahan terjalin sangat baik. Ia melihat perpaduan barongsai dengan lantunan selawat dari rebana sebagai simbol harmoni yang nyata. Ia pun menikmati lontong Cap Go Meh yang disajikan sebagai menu berbuka puasa.
Sumber : lintasaktual.com

Tinggalkan Balasan