JEPARA – Keberhasilan Kabupaten Jepara mencatatkan skor Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) sebesar 3,85 pada tahun 2025 bukan sekadar pencapaian angka di atas kertas. Kenaikan konsisten selama empat tahun berturut-turut mencerminkan transformasi struktural yang sedang berlangsung di Bumi Kartini. Angka ini menegaskan bahwa Jepara telah berhasil membangun ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan investasi, pengembangan sumber daya manusia, dan efisiensi birokrasi yang melampaui standar nasional.
Kepala Bappeda Jepara, Karunatiti, menjelaskan bahwa peningkatan ini didorong oleh penguatan pada pilar-pilar utama daya saing, seperti pilar pasar tenaga kerja, ekosistem inovasi, dan kesiapan teknologi. Strategi Pemerintah Kabupaten Jepara yang mengintegrasikan riset dan inovasi ke dalam kebijakan publik mulai membuahkan hasil. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya produk lokal unggulan, terutama di sektor furnitur dan industri pengolahan, yang memiliki nilai tambah tinggi dan mampu menembus pasar global dengan lebih kompetitif.
Pilar Keunggulan dan Dampak Investasi
Capaian IDSD yang melampaui target RPJMD (3,73) menjadi sinyal positif bagi para investor. Daerah dengan indeks daya saing tinggi cenderung memiliki risiko bisnis yang rendah dan kepastian hukum yang lebih baik. Dengan infrastruktur yang terus dibenahi serta kemudahan perizinan melalui digitalisasi, Jepara kini memposisikan diri sebagai destinasi investasi yang menarik di Jawa Tengah. Hal ini diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja berkualitas dan meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat secara berkelanjutan.
“Kita tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi kualitas dari pertumbuhan itu sendiri. IDSD membantu kita memetakan di mana posisi Jepara jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain, sehingga kita bisa terus melakukan perbaikan pada pilar yang masih membutuhkan akselerasi,” tambah Karunatiti.
Keberlanjutan dan Target 2029
Pemerintah Kabupaten Jepara menyadari bahwa tantangan ke depan akan semakin dinamis, terutama terkait dengan perubahan iklim dan transformasi digital global. Oleh karena itu, hasil IDSD 2025 ini akan dijadikan dasar dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun-tahun mendatang. Fokus utama akan diarahkan pada penguatan ekonomi sirkular dan peningkatan kualitas pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
Dengan tren positif ini, Jepara optimis dapat terus menaikkan skor IDSD-nya menuju target ambisius di akhir periode RPJMD 2029. Komitmen lintas perangkat daerah menjadi kunci agar setiap program yang dijalankan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan seluruh warga Jepara secara inklusif dan lestari.
AKSELERASI EKONOMI DAN INOVASI: STRATEGI JEPARA PERKUAT DAYA SAING DI KANCAH NASIONAL

Written by
in
Tinggalkan Balasan