JEPARA JADI BAGIAN GERAKAN KEBAIKAN PT SUKUN, 10 RIBU ANAK YATIM TERIMA SANTUNAN

JEPARA – Pendopo R.A. Kartini menjadi saksi bisu kehangatan spiritual saat ribuan anak yatim berkumpul dalam agenda tahunan santunan PT Sukun. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni penyerahan bantuan materi, melainkan manifestasi dari nilai-nilai luhur kemanusiaan yang telah mengakar kuat dalam budaya perusahaan. Kehadiran jajaran pimpinan daerah bersama manajemen PT Sukun menunjukkan adanya keselarasan visi antara sektor swasta dan pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan kelompok rentan di Kabupaten Jepara.
​Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, menekankan bahwa konsistensi selama sembilan tahun adalah capaian yang luar biasa. Baginya, mempertahankan sebuah program kemanusiaan dalam jangka waktu yang lama jauh lebih sulit daripada memulainya. “Dunia usaha di Jepara membutuhkan lebih banyak teladan seperti PT Sukun, di mana keuntungan bisnis tidak hanya diukur dari angka, tetapi dari seberapa luas manfaat yang dirasakan oleh mereka yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” tutur Gus Hajar.
​Sinergi NU Care-Lazisnu dan Lazismu
​Keunikan dari gerakan ini adalah keterlibatan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni NU Care-Lazisnu dan Lazismu Muhammadiyah. Kolaborasi ini menjadi simbol persatuan umat (ukhuwah Islamiyah) di Jepara. Dengan melibatkan kedua lembaga tersebut dalam proses verifikasi dan penyaluran, akurasi data anak yatim non-panti dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Hal ini memastikan bahwa santunan benar-benar jatuh ke tangan mereka yang paling membutuhkan di pelosok desa.
​Langkah ini juga membantu pemerintah daerah dalam memetakan kondisi sosial anak-anak yatim di Jepara. Dengan adanya santunan rutin, beban ekonomi keluarga wali dapat sedikit teringankan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar dan pendidikan anak-anak tersebut.
​Menginspirasi Ekosistem Kepedulian Lokal
​Filosofi “Urip Iku Urup” yang diusung oleh keluarga besar Wartono diharapkan mampu memicu efek domino bagi pengusaha-pengusaha lain di Jepara. Pemerintah Kabupaten Jepara percaya bahwa jika setiap entitas bisnis memiliki kesadaran serupa untuk menyisihkan sebagian labanya bagi aksi sosial, maka tantangan kemiskinan dan kesenjangan sosial di daerah akan lebih mudah teratasi.
​Kegiatan yang ditutup dengan doa bersama ini meninggalkan pesan mendalam bagi seluruh hadirin. Anak-anak yatim yang hadir tidak hanya membawa pulang santunan, tetapi juga membawa harapan bahwa mereka tetap menjadi bagian penting dari perhatian masyarakat dan negara. Komitmen PT Sukun menjadi bukti bahwa cahaya kebaikan akan selalu menemukan jalannya untuk menyinari hati sesama, memperkuat pondasi sosial Jepara sebagai kota yang religius dan penuh empati.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *