Kabupaten Jepara kembali memikat hati para pecinta kuliner melalui khazanah penganan tradisionalnya yang unik: Moto Belong. Memasuki akhir Maret 2026, jajanan pasar berbahan dasar singkong ini tetap menjadi buruan utama wisatawan maupun warga lokal di berbagai pusat kuliner pagi, seperti Alun-alun Jepara dan Pasar Karangrandu. Popularitasnya yang tak lekang oleh waktu ini didorong oleh tampilannya yang nyentrik dan perpaduan rasa gurih-manisnya yang sangat khas, menjadikannya ikon kuliner yang wajib dicicipi saat berkunjung ke Kota Ukir.
Keunikan Nama: Mengapa Disebut “Mata Melotot”?
Nama “Moto Belong” bukanlah sembarang nama, melainkan diambil dari bahasa Jawa dialek Jepara yang memiliki arti harfiah yang jenaka sekaligus deskriptif. Secara filosofi visual, “Moto” berarti mata, sedangkan “Belong” bermakna melotot, terbelalak, atau menatap tajam. Bentuk ikonik dari kue inilah yang mengilhami penamaan tersebut; irisan kue bundar dengan potongan pisang di bagian tengahnya menciptakan visualisasi yang menyerupai bola mata yang sedang menatap. Strategi penamaan yang unik dan mudah diingat ini terbukti ampuh dalam menjaga eksistensi dan daya tarik kuliner ini selama berpuluh-puluh tahun di tengah gempuran ragam camilan modern.
Komposisi Rasa: Perpaduan Singkong Pelangi dan Pisang Raja
Secara teknis, Moto Belong merupakan bukti nyata kreativitas masyarakat “Bumi Kartini” dalam mengolah bahan pangan lokal yang sederhana menjadi sajian yang menggugah selera. Rahasia kelezatannya terletak pada komposisi bahan dan proses pembuatannya. Pertama, adonan utama terbuat dari singkong yang diparut halus, kemudian diberi pewarna makanan cerah—merah, kuning, hijau—untuk menciptakan efek visual “pelangi” yang menarik. Di tengah adonan warna-warni ini diselipkan pisang raja atau pisang nangka matang yang manis, lalu dikukus hingga teksturnya kenyal dan matang sempurna.
Penyajian Moto Belong pun tidak sembarangan. Irisan kue kenyal ini disajikan dengan taburan parutan kelapa muda yang gurih dan sedikit taburan gula pasir. Perpaduan ini menciptakan harmoni rasa yang kaya: gurih dari kelapa, manis alami dari pisang dan gula, serta aroma harum singkong kukus yang khas.
Jejak Sejarah: Simbol Ketahanan Pangan Pesisir Jepara
Dalam lintasan sejarah lokal, Moto Belong mencerminkan pola hidup dan adaptasi masyarakat agraris-maritim Jepara. Sebagai daerah pesisir yang juga memiliki lahan pertanian, singkong merupakan salah satu komoditas pangan yang mudah didapat dan diandalkan. Kehadiran Moto Belong menunjukkan bagaimana masyarakat setempat mampu mengolah sumber daya alam yang ada menjadi camilan yang tidak hanya mengenyangkan tetapi juga memiliki nilai estetika dan rasa yang patut dibanggakan. Kini, Moto Belong bukan sekadar jajanan pasar, melainkan bagian dari identitas budaya kuliner Jepara yang terus dilestarikan.
MOTO BELONG: JAJANAN “MATA MELOTOT” WARNA-WARNI YANG JADI IKON KULINER JEPARA

Tinggalkan Balasan