JEPARA – Kepulangan Muhammad Roziqin menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Jepara tidak membiarkan warganya berjuang sendirian di negeri orang, terutama dalam kondisi kritis. Penanganan yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi menyentuh aspek kemanusiaan yang mendalam. Langkah cepat Bupati Jepara dalam menginstruksikan pendampingan total menunjukkan bahwa perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan prioritas utama dalam agenda pelayanan publik daerah.
Kasus ini menjadi momentum bagi Pemkab Jepara untuk memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap permasalahan yang menimpa PMI. Koordinasi antara Dinsospermasdes dan DiskopUKMnakertrans Jepara memastikan bahwa transisi dari penanganan di luar negeri hingga perawatan di RSUP dr. Kariadi Semarang berjalan mulus tanpa kendala birokrasi yang berbelit. Hal ini sangat krusial mengingat kondisi kesehatan Ozi yang memerlukan penanganan medis spesifik dan berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Dukungan Sosial
Keberhasilan pemulangan ini juga tidak lepas dari peran aktif lembaga sosial seperti Baznas dan PMI Kabupaten Jepara. Dukungan finansial untuk operasional penjemputan serta santunan bagi keluarga merupakan bentuk jaring pengaman sosial yang disiapkan pemerintah daerah. Selain bantuan fisik, tim psikososial juga dikerahkan untuk mendampingi keluarga di Desa Kuanyar agar tetap tegar dalam menghadapi proses pengobatan jangka panjang yang akan dijalani oleh Ozi.
“Kita memastikan bahwa hak-hak Ozi sebagai warga negara terpenuhi, termasuk akses kesehatan melalui jaminan kesehatan yang telah diaktifkan kembali. Pemerintah hadir untuk memberikan rasa aman, baik bagi pekerja yang berada di luar negeri maupun keluarga yang ditinggalkan di rumah,” tambah Iman Bagus Sesulih.
Edukasi dan Penguatan Legalitas PMI
Di sisi lain, DiskopUKMnakertrans Jepara menjadikan kasus ini sebagai pelajaran berharga bagi seluruh calon pekerja migran dan LPK di Jepara. Komunikasi intensif dengan KJRI Osaka dan BP3MI membuktikan pentingnya menempuh jalur keberangkatan yang legal dan terlindungi secara prosedural. Dengan administrasi yang tertib, proses pemulangan darurat seperti yang dialami Ozi dapat difasilitasi dengan lebih efisien oleh negara.
Bupati Jepara senantiasa mengimbau seluruh warga Jepara yang bekerja di luar negeri untuk terus menjalin komunikasi dengan komunitas dan perwakilan pemerintah RI di negara setempat. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pusat, dan perwakilan di luar negeri, diharapkan setiap “Pahlawan Devisa” asal Jepara mendapatkan perlindungan maksimal, baik saat mereka produktif bekerja maupun ketika menghadapi musibah kesehatan seperti yang dialami oleh Muhammad Roziqin.
SINERGI KEMANUSIAAN: KOMITMEN PEMKAB JEPARA LINDUNGI PAHLAWAN DEVISA DI LUAR NEGERI

Tinggalkan Balasan