JEPARA – Rampungnya seluruh target TMMD Sengkuyung Tahap I di Desa Balong memberikan napas baru bagi geliat ekonomi di Kecamatan Kembang. Infrastruktur jalan rabat beton sepanjang 774 meter yang kini membentang rapi bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan “jalur nadi” yang menghubungkan hasil pertanian warga ke pasar dengan lebih cepat dan efisien. Sebelum adanya perbaikan ini, akses transportasi seringkali terkendala medan yang sulit, terutama saat musim penghujan, namun kini hambatan logistik tersebut berhasil dipangkas secara signifikan.
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Samiadji, yang mewakili Bupati Jepara, menyampaikan bahwa keberhasilan TMMD adalah potret nyata efisiensi anggaran pembangunan. Dengan sistem gotong royong antara prajurit TNI dan warga, alokasi dana dapat dioptimalkan untuk hasil yang berkualitas tinggi dan tahan lama. Pemerintah Kabupaten Jepara berkomitmen untuk terus mendukung program TMMD di tahun-tahun mendatang karena terbukti efektif menyasar kantong-kantong pedesaan yang membutuhkan percepatan pembangunan.
Peningkatan Kualitas Hidup melalui Program Non-Fisik
Selain fokus pada infrastruktur, keberhasilan program non-fisik dalam TMMD kali ini juga patut diapresiasi. Selama satu bulan penuh, para prajurit dan instansi terkait memberikan berbagai penyuluhan, mulai dari wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, hingga edukasi kesehatan keluarga. Hal ini bertujuan untuk membentuk masyarakat Desa Balong yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga memiliki mentalitas tangguh dan kesadaran hukum yang tinggi.
Rehabilitasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga menjadi momen emosional bagi penerima manfaat. Program ini memastikan bahwa standar hidup layak di Jepara perlahan namun pasti semakin merata. Hunian yang kini sehat dan kokoh diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta kesehatan keluarga penerima bantuan.
Menjaga Semangat Kemanunggalan
Dandim 0719/Jepara, Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi, menegaskan bahwa warisan terpenting dari TMMD bukanlah beton atau bangunan, melainkan kembalinya semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat selama 30 hari telah menghapus sekat birokrasi dan memperkuat rasa saling memiliki antara rakyat dan tentaranya.
“TMMD adalah simbol bahwa TNI berasal dari rakyat dan bekerja untuk rakyat. Kami titipkan hasil pembangunan ini kepada seluruh warga Desa Balong. Rawatlah jalan ini seolah merawat milik pribadi, agar manfaatnya dapat dinikmati hingga anak cucu nanti,” pungkas Dandim menutup rangkaian kegiatan.
DAMPAK BERKELANJUTAN: TMMD BALONG SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI DAN KETAHANAN NASIONAL

Tinggalkan Balasan