Pemberdayaan Wastra Nusantara, KKI Jepara Didorong Bawa Tenun Troso dan Batik Go International

JEPARA – Potensi kain tradisional tenun Troso dan batik khas Jepara terus dipacu untuk menembus pasar yang lebih luas. Melalui pemanfaatan kebaya dan produk lokal, sektor ekonomi kreatif berbasis kewirausahaan perempuan di Jepara diyakini mampu menjadi motor penggerak perekonomian daerah.


​Komitmen tersebut mengemuka saat pelantikan pengurus DPC Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI) Kabupaten Jepara periode 2026–2031 di Pendopo Kartini. Pelantikan menetapkan Siti Aqidatun sebagai Ketua DPC KKI Jepara dengan Dewi Fatimah sebagai wakil ketua, Kartika Lutfiana Putri sebagai sekretaris, serta Nur Cahyani selaku bendahara.


​Mewakili Bupati Witiarso Utomo, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM, Tri Iriantiwi, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. KKI diminta menggandeng Dekranasda, perajin, desainer, hingga Kadin Jepara untuk menciptakan produk busana berdaya saing tinggi.


​”Pengembangan kain dan kebaya harus memberi dampak ekonomi nyata bagi UMKM dan perajin lokal. Kami juga memunculkan usulan agar pelajar dapat mengenakan kebaya setidaknya satu kali dalam sebulan sebagai bentuk literasi budaya sekaligus ruang promosi produk lokal,” ungkap Tri Iriantiwi.


​Ketua Umum DPP KKI, Erna Setiyaningrum, bersama Ketua DPD KKI Jateng, Farida Nurhayati, menyambut baik semangat tersebut. KKI tidak sekadar berfokus pada pelestarian tradisi, tetapi juga membawa misi pemberdayaan ekonomi perempuan lewat promosi di ajang bergengsi seperti Inacraft hingga penetrasi gerai pusat perbelanjaan.


​Dukungan penuh turut disuarakan Ketua Kadin Jepara, Andang Wahyu Triyanto, yang siap memfasilitasi kemitraan bisnis produk wastra daerah. Usai prosesi pelantikan, rombongan pengurus melakukan kunjungan ke Museum R.A. Kartini serta meninjau stan produk unggulan Dekranasda, Batik Nalendra, dan Tenun Dewi Shinta.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *