JEPARA LIPAT GANDAKAN ANGGARAN JALAN 2026 HINGGA RP210 MILIAR, REKOR TERTINGGI SEPANJANG SEJARAH

​JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara membuat gebrakan besar dengan melipatgandakan alokasi anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan pada tahun anggaran 2026. Nilai alokasi ini menyentuh angka Rp210,32 miliar, menjadikannya anggaran infrastruktur jalan terbesar sepanjang sejarah pemerintahan di Kabupaten Jepara. Langkah berani ini diambil demi mempercepat pemerataan ekonomi dan mendukung sektor pariwisata daerah.
​Jika menilik ke belakang, lonjakan anggaran ini sangat signifikan. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara, anggaran bidang jalan dan jembatan pada tahun 2021 hanya sebesar Rp73,39 miliar. Angka ini sempat mengalami fluktuasi sebelum akhirnya melonjak tajam pada tahun 2025 menjadi Rp156,69 miliyar, dan terus mendaki hingga memecahkan rekor di tahun 2026. Demi mempercepat realisasi visi ini, pemerintah daerah bahkan mengajukan pinjaman daerah yang seluruhnya dialokasikan untuk akselerasi infrastruktur.
​Kepala DPUPR Kabupaten Jepara, Hery Yulianto, menjelaskan bahwa dari total anggaran tahun 2026, porsi terbesar diarahkan untuk pemeliharaan berkala jalan yang mencapai Rp168,04 miliar. Sisanya dibagi untuk pembangunan jalan baru sebesar Rp24,08 miliar dan rehabilitasi jembatan sebesar Rp9 miliar.
​”Peningkatan anggaran ini menunjukkan bahwa infrastruktur jalan menjadi prioritas utama. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan dampak nyata bagi mobilitas warga, industri, dan pariwisata,” ujar Hery.
​Sebanyak 52 ruas jalan di seluruh kewenangan kabupaten mendapat prioritas perbaikan, termasuk wilayah kepulauan Karimunjawa pada ruas Kemujan-Batulawang. Penanganan khusus juga menyasar jalur logistik berat yang sering dilalui truk overkapasitas.
​Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan bahwa wilayahnya didominasi jalan kelas C yang idealnya hanya menahan beban delapan ton. Namun, demi menjaga urat nadi perekonomian warga yang bergantung pada angkutan muatan besar, pemerintah mengambil jalan tengah dengan mengubah konstruksi jalan menggunakan beton (semenisasi).
​“Dengan melihat muatan-muatan truk yang luar biasa, obatnya cuma beton,” ungkap Bupati yang akrab disapa Mas Wiwit tersebut saat meninjau proyek Jalan Buaran-Bendanpete, Senin (6/7/2026).
​Langkah masif pemkab ini langsung menuai respons positif dari masyarakat. Ahmad Duhuri, seorang pedagang di Desa Teluk Awur, mengaku omzet dagangannya meningkat karena akses jalan menuju destinasi wisata kini jauh lebih mulus. Kenyamanan ini membuat tingkat kunjungan wisatawan terus meroket tanpa ada lagi keluhan mengenai jalan rusak.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *