SEKOLAH KARTINI BERDAYA DILUNCURKAN, ANGKAT ISU KEKERASAN DAN LITERASI DIGITAL DI JEPARA

JEPARA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam pemberdayaan perempuan melalui peluncuran program unggulan “Sekolah Kartini Berdaya”. Acara peresmian program strategis ini berlangsung dengan khidmat di Gedung Shima, yang terletak di dalam kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Jepara pada hari Ahad, 24 Mei 2026. Kehadiran program ini diharapkan mampu menjadi angin segar sekaligus solusi konkret bagi berbagai permasalahan sosial yang kerap mendera kaum perempuan di era modern.


​Mengusung tema besar “Perempuan Berdaya, Perempuan Bermartabat”, program Sekolah Kartini Berdaya pada tahun ini difokuskan pada empat pilar utama. Pilar-pilar tersebut meliputi penguatan literasi digital, pemberian perlindungan sosial, ketahanan mental, hingga pembekalan keterampilan praktis bagi generasi perempuan muda. Langkah ini diambil demi mencetak generasi perempuan yang mandiri secara ekonomi, tangguh secara mental, serta melek terhadap perkembangan teknologi yang dinamis.
​Ketua Panitia Sekolah Kartini Berdaya, Asro Nurul Hilal, dalam laporan resminya mengungkapkan bahwa inisiasi kegiatan ini lahir sebagai respons cepat dan nyata terhadap berbagai persoalan pelik yang dihadapi perempuan saat ini.

Fenomena kekerasan seksual, maraknya perundungan (bullying), serta eksploitasi terhadap perempuan baik di media sosial maupun di kehidupan nyata menjadi perhatian mendalam. Asro menegaskan bahwa segala bentuk tindakan yang menjatuhkan martabat perempuan harus dihentikan, dan program ini hadir untuk mengedukasi mereka agar mampu membela hak-haknya.


​Dukungan penuh juga mengalir dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Bupati Jepara yang diwakili oleh Plt. Kabag Kesra Setda Jepara, Saptwagus Karnanejeng Rahmadi, memaparkan bahwa tantangan yang dihadapi kaum perempuan saat ini kian kompleks seiring terjadinya perubahan sosial dan pesatnya kemajuan teknologi digital. Menurutnya, perempuan muda zaman sekarang wajib membekali diri dengan literasi digital yang mumpuni, pemahaman hukum yang kuat, serta ketahanan mental.

Dengan demikian, mereka bisa membedakan mana yang merupakan bentuk perlindungan dan mana yang termasuk pelecehan, sekaligus memahami bagaimana regulasi hukum dapat melindungi martabat mereka.
​Lebih lanjut, Saptwagus menjelaskan bahwa Pemkab Jepara terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Upaya ini dibuktikan melalui kesuksesan program Kartu Sarjana Jepara pada tahun 2025 yang telah menjangkau sebanyak 2.398 mahasiswa dari kalangan kurang mampu maupun berprestasi. Selain itu, pemerintah daerah juga berhasil mencatat pembukaan 32.898 peluang kerja baru melalui program inovatif Jepara Karya.


​Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Jepara, Ayu Widiyawati, menambahkan bahwa Sekolah Kartini Berdaya kini telah memasuki pelaksanaan tahun kedua. Pada periode ini, materi pelatihan dirancang lebih komprehensif, mencakup aspek perlindungan sosial, kesehatan reproduksi perempuan, kecerdasan buatan (artificial intelligence), digital marketing, hingga pelatihan konten kreator.

Ayu optimis, ketika perempuan memahami haknya secara utuh dan mandiri secara ekonomi, mereka tidak akan lagi rentan terhadap ancaman kekerasan maupun eksploitasi di masyarakat.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *