JEPARA – Lautan manusia berwarna merah menyala memadati sepanjang jalan protokol Kabupaten Jepara pada Rabu (13/5/2026). Ribuan suporter tumpah ruah untuk menyambut kepulangan rombongan pemain Persijap Jepara yang baru saja memastikan diri bertahan di kompetisi kasta tertinggi, Liga 1 BRI Super League, untuk musim 2026/2027.
Euforia ini meledak setelah Laskar Kalinyamat berhasil memetik kemenangan krusial dalam laga hidup-mati melawan Persita Tangerang pada Selasa (12/5/2026). Dalam pertandingan yang berlangsung penuh tensi tersebut, Persijap tampil dominan dan melibas lawan dengan skor telak 3-0. Tiga poin tambahan ini menjadi kunci penyelamat yang memastikan Persijap tidak terperosok ke jurang degradasi.
Penjemputan dari Perbatasan
Rombongan bus pemain disambut sejak memasuki pintu gerbang Kabupaten Jepara. Para pendukung yang membawa bendera, syal, dan menyalakan flare mengawal bus tim dengan konvoi sepeda motor. Kemacetan panjang tidak terhindarkan, namun suasana tetap kondusif dan penuh dengan nyanyian kemenangan.
Salah satu suporter fanatik asal Ngabul, Zaenal, mengungkapkan rasa harunya. Ia bersama rekan-rekannya sengaja berangkat sejak pagi menuju perbatasan untuk menjemput pahlawan lapangan hijau mereka.
”Kami sangat bangga dengan perjuangan Persijap. Musim ini sangat berat, banyak tekanan, tapi kemenangan kemarin membuktikan mentalitas juara kita. Kemenangan ini sangat berarti karena Persijap akhirnya bisa bertahan di Liga 1 musim depan,” ujar Zaenal di tengah kerumunan massa.
Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten
Keberhasilan Persijap bertahan di kasta tertinggi juga mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Bupati Jepara, Witiarso Utomo, yang ikut memantau perkembangan tim sejak awal musim, menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras pemain, pelatih, dan manajemen.
”Kami mengucapkan selamat kepada Persijap Jepara yang berhasil bertahan di Liga 1 BRI Super League. Ini bukan sekadar kemenangan tim, tapi kebanggaan seluruh masyarakat Jepara. Perjuangan ini menjadi simbol kegigihan warga kita di kancah nasional,” kata Witiarso Utomo dalam pernyataan resminya.
Evaluasi Menuju Musim Depan
Meski saat ini sedang dalam suasana pesta, manajemen diharapkan segera melakukan evaluasi total. Keberhasilan bertahan di detik-detik terakhir diharapkan menjadi pelajaran berharga agar pada musim 2026/2027 mendatang, Persijap tidak lagi berkutat di papan bawah dan mampu bersaing di papan atas klasemen.
Kini, trotoar jalanan Jepara masih dipenuhi sisa-sisa kegembiraan. Bagi warga Jepara, Persijap adalah identitas, dan bertahan di kasta tertinggi adalah harga mati yang berhasil dituntaskan dengan gemilang.
RIBUAN SUPORTER PADATI JALANAN, SAMBUT KEPULANGAN PERSIJAP JEPARA YANG BERTAHAN DI KASTA TERTINGGI

Tinggalkan Balasan