MOMEN HALAL BIHALAL KELUARGA SOSRONINGRAT DI PENDOPO KABUPATEN JEPARA

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Pendopo Kabupaten Jepara pada Sabtu, 4 April 2026. Momen bersejarah ini menjadi saksi berkumpulnya kembali keturunan keluarga besar pahlawan emansipasi wanita, Raden Ajeng (RA) Kartini, dalam acara Halal Bihalal Keluarga Sosroningrat. Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa dalam rangka merayakan Idulfitri, melainkan sebuah peristiwa penuh syukur atas terbukanya ruang sejarah yang kini bisa diakses lebih dekat oleh masyarakat luas.
​Dalam sambutannya, Wakil Keluarga Sosroningrat, Hengki Hernowo, menyampaikan rasa syukur serta ucapan terima kasih yang mendalam atas kehadiran para anggota keluarga. Momen kebersamaan ini terasa semakin istimewa karena dihadiri oleh perwakilan keluarga besar dari berbagai kota di Indonesia, seperti Salatiga dan Jakarta, bahkan turut dihadiri oleh anggota keluarga yang datang langsung dari Belanda. Keluarga besar Sosroningrat berkumpul dengan satu tujuan utama: saling memaafkan sekaligus mengenang kembali jejak langkah leluhur di bangunan bersejarah ini, yang dulunya merupakan tempat kediaman Adipati Sosroningrat, ayahanda RA Kartini.
​Lebih dari sekadar reuni keluarga, momen silaturahmi ini diwarnai rasa haru atas terwujudnya cita-cita lama. Perwakilan Komunitas Rumah Kartini Jepara, M. Afif Isyarobbi, menjelaskan bahwa pihak keluarga besar Sosroningrat dan Rumah Kartini memang telah lama mendambakan agar Pendopo Kabupaten Jepara ini dapat difungsikan secara luas sebagai Museum Kartini.
​“Alhamdulillah, hal ini bisa terwujud meskipun kami hanya diberi waktu persiapan yang sangat singkat, yakni dua minggu. Kami dari Rumah Kartini berharap museum ini dapat menjadi ruang publik dan ruang heritage bersama untuk mengenalkan sejarah serta menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat luas,” ungkap Afif penuh semangat.
​Langkah pelestarian sejarah yang bernilai tinggi ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang berpartisipasi. Ia secara khusus menyoroti kebesaran hati Bupati Witiarso yang dengan bijak merelakan rumah dinasnya untuk diakses publik sebagai Museum Kartini Jepara.
​Ke depannya, pengelolaan pelestarian sejarah ini akan dipercayakan kepada Perumda Kabupaten Jepara guna memastikan museum tetap terawat dengan standar pelayanan publik yang baik. Transformasi pendopo menjadi museum ini diharapkan tidak hanya menjaga memori sejarah tetap hidup, tetapi juga memperkuat posisi Jepara sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai budaya dan pendidikan emansipasi bagi generasi mendatang.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *