Pelaksanaan pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk menentukan awal Ramadan 1447 H di Pantai Kartini, Jepara, berlangsung khidmat namun belum membuahkan hasil. Kegiatan ini merupakan bagian dari 96 titik pantau yang tersebar di seluruh Indonesia guna memberikan data autentik bagi pemerintah dalam Sidang Isbat. Hadir dalam prosesi pemantauan tersebut Wakil Bupati Jepara, M. Ibnu Hajar, Kepala Kankemenag Jepara Akhsan Muhyiddin, Ketua LFNU Jepara Kiai Hudi, serta perwakilan Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD).
Wakil Bupati Jepara, M. Ibnu Hajar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak, mulai dari Kemenag hingga Tim Lajnah Falakiyah, yang telah bekerja keras melakukan pengamatan. Beliau berpesan agar perbedaan metode dalam penentuan awal bulan, baik melalui rukyat maupun hisab, tidak dijadikan ruang perdebatan. Sebaliknya, hal tersebut harus dipandang sebagai kekayaan khazanah keilmuan yang justru menambah ketakwaan umat.
Berdasarkan data astronomis dan pemantauan langsung menggunakan teleskop di lapangan, hilal dinyatakan tidak terlihat. Kepala Kankemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin, menjelaskan bahwa secara perhitungan hisab, posisi hilal di wilayah Jepara berada pada ketinggian minus satu derajat atau di bawah ufuk. Kondisi ini membuat objek hilal sangat sulit untuk diamati secara visual. Sesuai kriteria imkanur rukyat yang disepakati, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat, posisi di Jepara memang belum memenuhi syarat untuk dinyatakan terlihat.
Hasil rukyatul hilal yang dilakukan di Pantai Kartini ini telah dicatat dan dilaporkan secara resmi ke pemerintah pusat untuk menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat. Pemerintah tetap menggunakan pendekatan integratif antara rukyatul hilal sebagai pengamatan empiris dan hisab sebagai pendamping astronomis untuk menghasilkan ketetapan yang akurat. Meski hilal tidak terlihat di Jepara, seluruh masyarakat diajak untuk tetap tenang dan menunggu hasil sidang isbat nasional, sambil terus mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan penuh sukacita dan peningkatan kualitas ibadah.
TERKENDALA CUACA, RUKYATUL HILAL 1 RAMADAN 1447 H DI PANTAI KARTINI JEPARA TAK TERLIHAT

Tinggalkan Balasan