Perkuat Toleransi Daerah: Wabup Gus Hajar Dorong Kerukunan Umat Beragama di Jepara

JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara terus menunjukkan komitmennya dalam merawat keberagaman dan memperkokoh tali persaudaraan antarumat beragama. Melalui program penjangkauan lapangan Jumat Berangkat, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar) mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa memelihara keharmonisan dan persatuan di wilayah Jepara pada Jumat (6/11/2026).


​Kegiatan yang berpusat di Kecamatan Donorojo tersebut diikuti oleh lintas sektoral, mulai dari pimpinan perangkat daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), hingga berbagai lembaga kemasyarakatan lainnya.


​Rangkaian kunjungan diawali dengan menyambangi Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Betlehem di Desa Blingoh. Kedatangan Wabup bersama rombongan disambut penuh kehangatan oleh para pengurus gereja dan jemaat setempat. Usai berdialog dan bersilaturahmi, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Vihara Giri Santi Loka yang berada di desa yang sama.


​Di vihara tersebut, umat Buddha setempat menyambut rombongan pemerintah daerah dengan antusias. Suasana keakraban dan kebersamaan tampak mewarnai setiap sesi pertemuan dan diskusi yang berlangsung.
​Gus Hajar menegaskan bahwa agenda Jumat Berangkat bukan sekadar kunjungan kerja rutin dinas, melainkan wadah nyata untuk merajut persaudaraan tanpa memandang perbedaan keyakinan. Langkah ini menjadi cerminan bahwa Pemkab Jepara hadir merangkul seluruh elemen masyarakat secara adil.


​”Kami mengajak seluruh umat beragama di Jepara menjaga persatuan antarumat beragama dan tidak membeda-bedakan agama,” tegas Gus Hajar di hadapan masyarakat.
​Ia menambahkan, iklim toleransi dan kerukunan yang kondusif merupakan fondasi utama dalam mengawal pembangunan daerah menuju Jepara yang maju, damai, dan sejahtera.


​”Perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekayaan yang harus kita jaga. Setiap umat beragama memiliki hak, kedudukan, dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *