JEPARA – Program “Bupati Ngantor di Desa” atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bunga Desa Tahap II resmi ditutup. Acara penutupan program yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat ini dipusatkan di kawasan pesisir Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara.
Wilayah ini dikenal luas oleh wisatawan karena pesona keindahan objek wisata Pantai Bondo.
Sama seperti pelaksanaan program Bunga Desa di lokasi-lokasi sebelumnya, berbagai layanan publik langsung dibuka di tempat acara di bawah koordinasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Layanan terintegrasi tersebut meliputi pelayanan administrasi kependudukan (adminduk), perizinan berusaha, pelayanan keluarga berencana (KB), layanan kesehatan gratis, aksi donor darah, hingga penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang membutuhkan.
Tidak hanya berfokus pada layanan administratif dan sosial, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal juga menjadi perhatian utama.
Bupati Jepara bersama jajaran perangkat daerah menyempatkan diri meninjau langsung stan-stan UMKM, berdialog secara interaktif dengan para pelaku usaha, sekaligus ikut mempromosikan berbagai produk unggulan hasil karya warga setempat.
Plt Camat Bangsri, Ali Hidayat, dalam laporan resminya menyampaikan bahwa dari total 35 usulan masyarakat yang disampaikan pada pelaksanaan Bunga Desa tahap pertama, sebanyak 15 usulan telah berhasil diselesaikan dengan dukungan anggaran APBD dan APBN tahun 2026/2027.
”Saat ini masih terdapat 17 usulan yang masih dalam proses penyelesaian dan penganggaran. Kami berharap masyarakat dapat bersabar karena seluruh usulan tetap menjadi perhatian pemerintah dan sedang diproses sesuai mekanisme anggaran yang berlaku,” ujar Ali Hidayat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo menegaskan komitmennya untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Ia berjanji akan terus memperjuangkan kebutuhan warga hingga ke tingkat pemerintah pusat.
Ia juga mengungkapkan telah menyampaikan aspirasi masyarakat Jepara, termasuk program “Jepara Mulus”, dalam rapat bersama para bupati se-Indonesia.
Bupati menambahkan bahwa pembangunan desa harus dilakukan secara konstruktif dan bertahap dengan mengedepankan profesionalitas. Sejumlah usulan yang belum terselesaikan mayoritas berkaitan dengan kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani dengan lahan di bawah dua hektare, distribusi gas melon 3 kg, penerangan jalan umum, pembangunan sumur, serta perbaikan infrastruktur jalan desa. Melalui penutupan Bunga Desa Tahap II ini, Pemkab Jepara berharap komunikasi antara pemerintah dan masyarakat semakin erat demi mewujudkan visi Jepara Mulus.

Tinggalkan Balasan