AKSELERASI GENERASI EMAS: JEPARA OPTIMIS TEKAN STUNTING HINGGA 5 PERSEN DI TAHUN 2045

JEPARA – Kabupaten Jepara kembali menunjukkan progres signifikan dalam agenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam forum Pra Musrenbang yang digelar di Ruang Rapat RMP Sosrokartono, Kamis (26/02/2026), Pemerintah Kabupaten Jepara memaparkan keberhasilan luar biasa dalam menekan angka stunting (tengkes). Capaian ini menjadi modal penting bagi Bumi Kartini untuk menyongsong target nasional yang lebih ambisius di masa depan.
​Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengungkapkan rasa syukurnya atas kerja keras seluruh elemen yang terlibat. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Jepara mengalami penurunan akumulatif yang tajam sebesar 9,4 persen. Jika dikonversi ke jumlah jiwa, terdapat 3.222 anak yang berhasil diselamatkan dari risiko gagal tumbuh. Prestasi ini menempatkan Jepara sebagai salah satu daerah dengan kinerja penurunan stunting paling progresif di Jawa Tengah.
​Strategi Menuju Target Nasional 2029
​Meskipun angka prevalensi telah turun drastis dari 25 persen (tahun 2021) menjadi 15,6 persen (tahun 2024), Witiarso Utomo menegaskan bahwa perjuangan belum usai. Sesuai dengan mandat Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, Jepara kini membidik angka 14,2 persen pada tahun 2029 sebagai sasaran jangka menengah.
​“Kita tidak boleh berpuas diri. Selisih 1,4 persen menuju target 2029 mungkin terlihat kecil secara angka, namun membutuhkan konsistensi yang luar biasa di lapangan. Kita harus memastikan setiap intervensi, baik gizi spesifik maupun sensitif, sampai langsung ke meja makan keluarga yang berisiko stunting,” tegas Bupati yang akrab disapa Mas Wiwit tersebut.
​Sinkronisasi Anggaran dan Kebijakan
​Forum Pra Musrenbang ini menjadi krusial karena berfungsi sebagai jembatan untuk memasukkan program penanganan stunting ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun mendatang. Mas Wiwit menginstruksikan agar perumusan anggaran tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi lebih berat pada aspek preventif. Hal ini mencakup ketersediaan air bersih, sanitasi layak, serta edukasi pola asuh bagi calon pengantin dan ibu hamil.
​Integrasi data menjadi kunci utama. Pemkab Jepara akan memperkuat peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat kecamatan dan desa untuk melakukan monitoring berkala. Dengan data yang akurat, pengalokasian bantuan sosial dan tambahan asupan gizi dapat dilakukan secara tepat sasaran tanpa tumpang tindih.
​Visi Jangka Panjang Indonesia Emas 2045
​Penurunan stunting di Jepara merupakan bagian dari investasi besar menuju visi Indonesia Emas 2045, di mana pemerintah menargetkan angka prevalensi nasional berada di angka 5 persen. Pemkab Jepara meyakini bahwa anak-anak yang bebas stunting hari ini akan menjadi motor penggerak ekonomi dan inovasi Jepara di masa depan.
​“Sinergi lintas sektor adalah harga mati. Mulai dari tenaga kesehatan sebagai garda terdepan, perangkat daerah yang mengelola infrastruktur, hingga kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat. Jika kolaborasi ini terjaga, kami optimis Jepara tidak hanya mencapai target nasional, tapi melampauinya,” pungkas Witiarso.
​Melalui komitmen yang tertuang dalam perencanaan matang ini, Kabupaten Jepara membuktikan bahwa kesehatan anak-anak adalah prioritas tertinggi demi mewujudkan masyarakat yang unggul, berdaya saing, dan sejahtera secara berkelanjutan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *