SANTRI LIRBOYO JADI DUTA PEMBANGUNAN: MAS WIWIT LEPAS DELEGASI SAFARI RAMADAN KE KARIMUNJAWA

JEPARA – Pendopo Kartini menjadi saksi bisu keberangkatan 50 santri pilihan asal Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri, yang bersiap menjalankan misi mulia di pelosok Kabupaten Jepara. Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo atau yang akrab disapa Mas Wiwit, secara resmi melepas para santri tersebut untuk melaksanakan program Safari Ramadan 2026 di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Minggu (15/2/2026).
​Kegiatan ini bukan sekadar pulang kampung massal, melainkan sebuah pengabdian masyarakat yang terstruktur. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Ketua PCNU Jepara KH. Charis Rohman, Ketua Himasal Kiai Nur Cholis, serta perwakilan Kementerian Agama, menegaskan bahwa kolaborasi antara ulama, santri, dan umaro (pemerintah) adalah kunci dalam menjaga harmoni sosial di Bumi Kartini.
​Santri sebagai Jembatan Informasi Pemerintah
​Dalam arahannya, Mas Wiwit menekankan bahwa peran santri di era modern telah bertransformasi. Selain bertugas menjaga moralitas dan syiar Islam di tengah masyarakat, para santri Lirboyo ini diharapkan mampu menjadi jembatan informasi bagi program-program strategis pemerintah daerah.
​“Sinergi antara santri dan pemerintah harus terus diperkuat. Santri adalah ujung tombak yang berinteraksi langsung dengan akar rumput. Selain berdakwah, kami menitipkan pesan agar para santri juga menginformasikan program pembangunan yang sedang kita jalankan agar masyarakat memahami upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Mas Wiwit.
​Aksesibilitas dan Kesejahteraan Keagamaan
​Sebagai bentuk dukungan nyata, Mas Wiwit memaparkan kemajuan infrastruktur di wilayah sasaran dakwah. Desa Kemujan kini telah terkoneksi dengan layanan DAMRI yang beroperasi delapan kali sehari dengan tarif terjangkau Rp7.000. Fasilitas ini diharapkan memudahkan mobilisasi para santri dalam menjalankan tugas dakwah selama 23 hari ke depan.
​Lebih jauh, Bupati juga membawa kabar gembira terkait penguatan sektor pendidikan keagamaan. Memasuki tahun 2026, sebanyak 17.549 guru swasta dan tenaga pendidik keagamaan di Jepara, termasuk guru TPQ dan Madin, diproyeksikan menerima insentif melalui program Kartu Guru Sejahtera (KGS). Pemerintah Pusat juga telah membuka kran anggaran untuk revitalisasi pondok pesantren dan sekolah-sekolah yang memerlukan perbaikan sarana prasarana.
​Misi Dakwah di Kepulauan
​Delegasi Safari Ramadan ini dijadwalkan bertolak dari Pelabuhan Pantai Kartini pada Senin (16/2/2026). Selama hampir sebulan penuh, mereka akan menetap di Desa Kemujan hingga malam ke-24 Ramadan 1447 Hijriah. Misi utama mereka adalah menghidupkan syiar Islam melalui pengajian, imam salat tarawih, hingga pendampingan belajar Al-Qur’an bagi anak-anak di wilayah kepulauan.
​“Inilah bentuk nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat dan dunia pesantren. Semoga ikhtiar para santri di Karimunjawa dimudahkan dan membawa keberkahan bagi seluruh warga Jepara,” tutup Mas Wiwit. Dengan pelepasan ini, diharapkan nilai-nilai religiusitas tetap terjaga seiring dengan kemajuan fisik pembangunan di wilayah Kepulauan Karimunjawa.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *