SAPA BUNDA DI TK KEMALA BHAYANGKARI: AKSELERASI AKREDITASI DAN INOVASI KURIKULUM MARITIM

JEPARA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jepara dalam memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini semakin dipertegas melalui program unggulan “SAPA BUNDA” (Safari Pendidikan Anak oleh Bunda PAUD). Pada kunjungan terbarunya di TK Kemala Bhayangkari 46/47, Bunda PAUD Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso, membawa misi besar untuk mentransformasi satuan PAUD menjadi lembaga yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap teknologi dan kearifan lokal.
​Kehadiran Laila di tengah-tengah siswa dan guru menciptakan atmosfer belajar yang hangat. Program ini ditekankan sebagai instrumen monitoring yang vital untuk membedah tantangan pendidikan di lapangan secara langsung. Bagi Laila, kualitas layanan PAUD adalah investasi jangka panjang yang hasilnya akan menentukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Jepara di masa depan.
​Penguatan Status dan Keunggulan Lokal
​Momen bersejarah tercipta saat Laila menyerahkan rekomendasi peningkatan akreditasi dari B ke A bagi TK Kemala Bhayangkari 46. Peningkatan status ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan pengakuan atas standarisasi layanan yang telah memenuhi parameter unggul. Sementara itu, TK Kemala Bhayangkari 47 diarahkan menjadi rujukan melalui rintisan Sekolah Kurikulum Kemaritiman.
​“Jepara adalah daerah pesisir dengan potensi laut yang luar biasa. Mengenalkan nilai-nilai kemaritiman sejak dini akan menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air pada anak-anak kita. Ini adalah langkah strategis untuk membangun karakter generasi yang paham akan jati diri daerahnya,” jelas Laila.
​Literasi Digital di Usia Dini
​Terobosan menarik terlihat dalam pemberian penghargaan Lomba Menulis Buku Cerita Bergambar berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI). Hal ini menunjukkan bahwa PAUD di Jepara mulai berakselerasi dengan perkembangan zaman. Laila menegaskan bahwa pengenalan teknologi pada anak harus dilakukan secara bertanggung jawab untuk memantik daya imajinasi dan kreativitas mereka, bukan sekadar menjadi konsumen konten.
​“Literasi dan teknologi harus dikenalkan sejak dini dengan cara yang positif. Buku cerita bergambar hasil kreasi AI ini adalah bukti bahwa inovasi dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai edukasi tradisional,” tambahnya.
​Guru sebagai Arsitek Karakter
​Di hadapan para pendidik, Bunda PAUD memberikan pesan mendalam mengenai peran guru sebagai arsitek karakter. Ia mendorong para guru untuk terus bertransformasi menjadi mentor yang kreatif dan tidak terjebak pada metode konvensional yang kaku. Prinsip “Belajar adalah Bermain” harus menjadi roh dalam setiap aktivitas di kelas agar anak-anak merasa bahagia saat menuntut ilmu.
​“Anak belajar paling baik ketika mereka merasa bahagia. Mari kita hadirkan pembelajaran yang inovatif namun tetap menyenangkan. Guru PAUD memiliki tugas mulia untuk menanamkan benih kedisiplinan dan rasa percaya diri yang akan menjadi modal utama mereka saat dewasa nanti,” tutup Laila.
​Melalui sinergi antara program SAPA BUNDA, peningkatan akreditasi, dan adaptasi kurikulum berbasis lokalitas, Kabupaten Jepara optimis mampu melahirkan generasi emas yang kompetitif dan berakhlak mulia.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *