AKSELERASI SDM UNGGUL: MENKO PANGAN PASTIKAN STANDAR NUTRISI MAKAN BERGIZI GRATIS DI BUMI KARTINI

JEPARA – Langkah strategis Pemerintah Pusat dalam memperkuat ketahanan gizi generasi muda semakin nyata di Kabupaten Jepara. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), melakukan pemantauan intensif terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa sekolah di Jepara. Kehadiran Menko Pangan ini tidak hanya untuk melihat distribusi fisik makanan, tetapi juga memastikan bahwa standar nutrisi yang diterima siswa memenuhi parameter kesehatan nasional guna mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.
​Kunjungan ini menunjukkan sinergi kuat antara jajaran elit pemerintahan pusat dan daerah. Menko Zulhas didampingi oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar. Kehadiran Direktur Utama Perum BULOG, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, di lokasi peninjauan juga menegaskan peran vital lembaga pangan tersebut dalam menjamin ketersediaan bahan baku pangan lokal yang berkualitas untuk menyokong kebutuhan jutaan siswa.
​Motivasi dan Edukasi Gizi di Meja Makan
​Suasana di ruang kelas berubah menjadi penuh semangat saat Zulhas duduk di antara para siswa. Ia menekankan bahwa Program MBG bukan sekadar pembagian makanan gratis, melainkan upaya negara untuk memberikan hak gizi yang setara bagi seluruh anak bangsa. Melalui kisah inspiratif tentang perjuangannya berjalan kaki lima kilometer demi bersekolah, Zulhas ingin menanamkan mental petarung kepada generasi muda Jepara.
​“Fasilitas sekarang sudah jauh lebih baik. Dengan adanya makan bergizi ini, tidak ada lagi alasan untuk lesu saat belajar. Karbohidrat, protein, dan serat dalam menu ini adalah bahan bakar kalian untuk meraih cita-cita,” tegas Zulhas sembari mengapresiasi siswa yang mampu menjawab pertanyaan edukatif seputar gizi. Pemberian hadiah berupa tablet kepada siswa berani juga menjadi simbol dorongan literasi digital di tengah penguatan fisik melalui nutrisi.
​Jepara Bagian dari Kesuksesan Nasional
​Data yang dipaparkan Menko Zulhas mengenai capaian Jawa Tengah yang menyentuh angka 96,98 persen realisasi nasional memberikan angin segar bagi Jepara. Kabupaten Jepara sendiri terus mengakselerasi jangkauan program ini agar mencapai target 100 persen. Dengan menyasar siswa dari jenjang TK hingga SMA, program ini diproyeksikan mampu menurunkan angka stunting secara signifikan dan meningkatkan konsentrasi belajar di kelas.
​Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyatakan kesiapan jajarannya untuk terus mengawal ketepatan sasaran program MBG. Pemerintah Kabupaten Jepara berkomitmen memastikan bahwa setiap menu yang disajikan melibatkan bahan pangan lokal, sehingga program ini juga memberikan multiplier effect bagi para petani dan peternak di Jepara.
​Efek Domino Bagi Ekonomi Lokal
​Kunjungan ini juga menyoroti bagaimana Program MBG mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan. Dengan jutaan porsi yang dibutuhkan setiap harinya, rantai pasok pangan dari sektor pertanian dan UMKM katering lokal di Jepara ikut tumbuh. Koordinasi antara OPD dan Forkopimda diharapkan mampu menjaga kualitas sanitasi dan higienitas makanan agar tetap terjaga dengan ketat.
​Melalui keberhasilan implementasi di lapangan, Menko Pangan optimis bahwa pola yang diterapkan di Jawa Tengah, khususnya di Jepara, dapat menjadi role model bagi daerah lain. Pemerintah optimis, melalui makanan bergizi, masa depan bangsa yang kompetitif bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang sedang dibangun dari meja makan sekolah.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *