JEPARA – Santri hari ini tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga tanggap terhadap dinamika politik dan pesatnya perkembangan teknologi modern. Berangkat dari kesadaran tersebut, DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jepara menggelar program Back to Pesantren di SMK Fadlun Nafis, Bangsri, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Kegiatan bernuansa safari politik ini disambut antusias oleh 330 santri dan santriwati. Rangkaian acara menghadirkan beragam materi krusial, mulai dari literasi politik, pencegahan perundungan, hingga pelatihan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bersama coach bersertifikat Microsoft dan Grok, Candra Winata.

Acara dihadiri langsung oleh Ketua DPC PPP Jepara Haizul Ma’arif, Sekretaris Agus Sutisna, Bendahara Lusiana Afrianti, jajaran Pengurus Harian, serta Majelis Pertimbangan PPP yang diwakili K. A. Marzuqi. Turut hadir pula perwakilan Kesbangpol Jepara dan Bhabinkamtibmas Polsek setempat untuk mengawal jalannya materi.
Ketua DPC PPP Jepara, Haizul Ma’arif, menegaskan pentingnya membangun kedekatan dengan kalangan santri sebagai bagian dari pemilih pemula. Menurutnya, pemahaman politik yang beretika merupakan bekal utama santri saat terjun ke tengah masyarakat.
”Dalam rangka memperingati Hari Santri 2026, kami melakukan safari ke pesantren untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mengedukasi generasi muda. Kami ingin mereka memahami bahwa politik adalah bagian dari kehidupan bermasyarakat yang harus disikapi dengan ilmu dan rasa tanggung jawab,” ujar Haizul.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris DPC PPP Jepara, Agus Sutisna, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud komitmen partai dalam menjaga komitmen historis bersama pesantren. Pasalnya, pesantren merupakan cikal bakal dan fondasi utama berdirinya PPP.
”Sesuai arahan pimpinan pusat, PPP tidak boleh lepas dari pesantren. Namun, hubungan sejarah ini harus diisi dengan kegiatan yang menghadirkan manfaat nyata. Karena itu, selain pendidikan politik, kami membekali santri dengan pengenalan AI agar mereka siap menghadapi tantangan zaman,” terang Agus.
Selain mendapatkan edukasi mengenai kehidupan demokrasi dari Kesbangpol dan imbauan mewujudkan lingkungan sekolah aman dari kepolisian, para peserta diajak mengeksplorasi pemanfaatan AI secara bijak. Pelatihan ini diharapkan mampu memicu pemikiran kritis serta meningkatkan keterampilan digital santri demi mendukung proses belajar mereka.
Melalui sinergi pendidikan politik, nilai keislaman, dan wawasan digital, DPC PPP Jepara berupaya menjadikan momentum Hari Santri 2026 sebagai pijakan untuk mencetak generasi muda pesantren yang berkarakter, berdaya saing tinggi, dan relevan dengan kebutuhan era modern.

Tinggalkan Balasan