JEPARA – Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, kembali menegaskan komitmennya dalam membangun daerah melalui jargon “Jepara MULUS”. Pernyataan ini disampaikan dalam agenda rutin program “Bupati Ngantor di Desa” yang kini telah memasuki putaran kedua. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Wiwit ini meluruskan persepsi masyarakat mengenai jargon tersebut. Ia menegaskan bahwa “Jepara MULUS” bukanlah sebuah klaim keberhasilan yang sudah final, melainkan sebuah visi dan proses berkelanjutan menuju perbaikan infrastruktur dan layanan publik selama masa kepemimpinannya lima tahun ke depan.
Fokus Evaluasi dan Percepatan Program
Berbeda dengan putaran pertama yang lebih menitikberatkan pada penyerapan aspirasi awal, putaran kedua ini difokuskan pada pematangan dan evaluasi. Bupati bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Jepara turun langsung untuk meninjau sejauh mana usulan program yang telah dihimpun sebelumnya dapat segera direalisasikan.
”Jepara MULUS itu bukan berarti jalanannya sudah mulus secara instan, tetapi kita sedang menuju ke sana atau On The Way (OTW) Jepara Mulus. Ini adalah komitmen dan proses yang terus kita kerjakan bersama,” ujar Bupati di hadapan warga Desa Tubanan.
Beberapa isu krusial yang mengemuka dalam dialog bersama masyarakat Kecamatan Kembang meliputi:
Percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas umum.
Dukungan sektor pertanian melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
Penguatan kelompok usaha masyarakat untuk meningkatkan taraf ekonomi lokal.
Dukungan UMKM dan Integrasi Layanan Kesehatan
Tak hanya berdialog, Bupati juga menunjukkan dukungannya terhadap ekonomi kerakyatan dengan menyambangi stan para pelaku UMKM lokal. Ia secara simbolis membeli berbagai produk unggulan desa sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap kreativitas warga.
Selain itu, momen penting dalam kunjungan ini adalah peresmian Gedung Integrasi Layanan Primer (ILP) Desa Tubanan. Gedung ini merupakan pusat pelayanan kesehatan komprehensif berbasis komunitas yang diluncurkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Kehadiran ILP diharapkan mampu mendekatkan akses kesehatan berkualitas bagi masyarakat di tingkat desa dengan fokus lokasi (lokus) yang tepat sasaran.
Melalui program “Ngantor di Desa” ini, Bupati Witiarso berharap birokrasi tidak lagi kaku dan jauh dari rakyat. Dengan hadir langsung di tengah masyarakat, kebijakan yang diambil diharapkan benar-benar presisi dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan, demi mewujudkan cita-cita besar “Jepara MULUS”.
BUPATI WITIARSO TEGASKAN “JEPARA MULUS” SEBAGAI ARAH PEMBANGUNAN SAAT NGANTOR DI DESA TUBANAN

Tinggalkan Balasan