Ratusan akademisi dari berbagai perguruan tinggi serta kalangan aktivis berkumpul di Auditorium IMERI, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Kampus Salemba, Jakarta, pada Senin, 13 April 2026. Pertemuan ini diinisiasi oleh Forum Intelektual Antardisiplin (FIAD) melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema besar “Intelektual Antardisiplin Berbicara tentang Indonesia Hari Ini”.
Dalam diskusi mendalam tersebut, para peserta membedah berbagai isu krusial yang tengah dihadapi bangsa, mulai dari sektor ekonomi, ketahanan pangan, kesehatan, energi dan sumber daya alam, hingga persoalan hukum, sosial, kultural, serta tantangan dalam dunia pendidikan tinggi. Keberagaman latar belakang disiplin ilmu yang hadir menciptakan ruang dialog yang dinamis untuk melihat persoalan nasional dari sudut pandang yang lebih komprehensif.
Panitia sekaligus Dewan Guru Besar UI, Teddy Prasetyono, menyampaikan bahwa tujuan utama dari forum ini adalah membangun pemikiran baru yang segar dalam merespons dinamika sosial. Lebih jauh, forum ini berkomitmen untuk menghasilkan bahan pelajaran strategis yang dapat digunakan sebagai instrumen pendampingan guna menguatkan warga masyarakat, khususnya kelompok miskin, masyarakat rentan, serta kaum perempuan yang kerap terpinggirkan oleh kebijakan-kebijakan nasional.
Forum ini dihadiri oleh sejumlah tokoh intelektual ternama, di antaranya Guru Besar FKUI Tjandra Yoga Aditama, Akademisi STF Driyarkara Agustinus Setyo Wibowo, Dosen UNJ Ubedilah Badrun, serta pakar hukum tata negara seperti Susi Dwi Harijanti dari Universitas Padjadjaran dan Feri Amsari dari Universitas Andalas.
Kehadiran para tokoh dari berbagai disiplin ilmu ini menegaskan pentingnya peran intelektual untuk tidak berpangku tangan di tengah tantangan bangsa. Melalui diskusi antardisiplin ini, diharapkan muncul solusi yang lebih aplikatif dan berpihak kepada rakyat kecil. Pertemuan ini juga menjadi ajang refleksi bagi komunitas akademik untuk lebih aktif dalam mengawal isu-isu publik demi menciptakan kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
RATUSAN AKADEMISI DAN AKTIVIS BAHAS MASALAH BANGSA HARI INI

Tinggalkan Balasan