DUA REMAJA TENGGELAM, BPBD TEKANKAN KESELAMATAN

​Musibah memilukan terjadi di kawasan wisata air alami Kedung Watu Bobot, Desa Batealit, Kecamatan Batealit, yang merenggut nyawa dua orang remaja. Kejadian tragis ini bermula saat salah satu korban, ADAN (17), berenang di area kedung dan tiba-tiba tenggelam. Rekannya, MMK (17), yang bermaksud memberikan pertolongan justru ikut terseret arus dan tenggelam. Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di lokasi wisata air alami.
​Kepala BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menegaskan bahwa lokasi wisata air alami sering kali menyimpan risiko tersembunyi yang tidak tampak dari permukaan, seperti arus bawah yang kuat, kontur dasar yang tidak merata, hingga bebatuan yang licin. “Intinya jaga keselamatan,” ujar Arwin saat dikonfirmasi usai proses evakuasi yang dilakukan tim gabungan dari BPBD Jepara, unsur kecamatan, pemerintah desa, TNI-Polri, relawan, dan warga setempat.
​Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh tantangan. Tim gabungan harus bekerja ekstra hati-hati karena arus bawah di lokasi kejadian tergolong sangat kuat. Setelah melakukan pencarian intensif, korban pertama berhasil ditemukan sekitar pukul 11.30 dengan bantuan jangkar, sementara korban kedua ditemukan tidak lama kemudian oleh tim penyelam. Evakuasi tersebut turut disaksikan langsung oleh Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, yang hadir di lokasi untuk memberikan dukungan moral dan memastikan penanganan berjalan dengan baik.
​Sebagai bentuk kepedulian atas duka yang mendalam, pemerintah daerah menyalurkan bantuan tali asih kepada keluarga kedua korban. Bantuan berupa paket sembako dari Dinsospermades serta uang tunai dari PMI diserahkan kepada pihak keluarga sebagai upaya meringankan beban duka. Setelah proses evakuasi selesai, jenazah kedua korban segera dibawa ke rumah duka di Desa Bawu untuk dimakamkan.
​Kejadian ini hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas. BPBD Jepara secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak meremehkan risiko di kawasan wisata air alami. Pengunjung diminta untuk selalu mengutamakan keselamatan, tidak memaksakan diri berenang di area yang belum diketahui kedalamannya, serta selalu mematuhi rambu-rambu peringatan yang ada. Kewaspadaan harus menjadi prioritas utama demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Mari bersama-sama menjadikan keselamatan sebagai bagian dari budaya saat berwisata, sehingga kegembiraan saat berlibur tidak berakhir dengan duka.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *