KUNJUNGAN MENKO PANGAN DI JEPARA: PASTIKAN DISTRIBUSI PUPUK HINGGA KESIAPAN MAKAN BERGIZI GRATIS

JEPARA – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), melakukan kunjungan kerja strategis untuk meninjau langsung denyut nadi pertanian di Kabupaten Jepara, Senin (9/3/2026). Mengawali kegiatannya di Balai Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan, Menko Zulhas berdialog langsung dengan para petani guna menyerap aspirasi terkait stabilitas harga dan ketersediaan sarana produksi pertanian.
​Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, fokus utama tertuju pada nilai jual gabah di tingkat produsen. Berdasarkan laporan warga, harga gabah saat ini menyentuh angka Rp7.000 per kilogram. Zulhas menilai angka tersebut menunjukkan tren positif bagi kesejahteraan petani dibandingkan periode sebelumnya yang sempat tertahan di angka Rp6.000. “Dulu di bawah Rp6.000, sekarang sudah Rp7.000. Ini perkembangan yang bagus untuk memotivasi petani kita,” ujarnya.
​Pupuk Tepat Waktu, Produksi Meningkat
​Selain harga gabah, Menko Zulhas memberikan perhatian serius pada distribusi pupuk bersubsidi. Ia menegaskan bahwa kunci kedaulatan pangan nasional terletak pada ketepatan waktu distribusi pupuk ke tangan petani. Menurutnya, hambatan birokrasi dalam penyaluran pupuk tidak boleh terjadi karena akan berdampak langsung pada output panen nasional.
​“Ketersediaan pupuk harus dipastikan tepat waktu, terutama saat masa tanam tiba. Jika pupuk datang sesuai jadwal, kita bisa memproyeksikan kenaikan produksi pertanian hingga 8 persen. Ini angka yang signifikan untuk memperkuat stok pangan daerah maupun nasional,” jelas Zulhas di hadapan Bupati Jepara, Witiarso Utomo, dan jajaran OPD terkait.
​Akselerasi Program Makan Bergizi Gratis
​Kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk memantau kesiapan daerah dalam mengimplementasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Zulhas menekankan bahwa program unggulan pemerintah ini bertujuan untuk memutus rantai stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini. Melalui asupan gizi yang terjamin di sekolah-sekolah, diharapkan anak-anak Jepara memiliki daya saing yang kuat di masa depan.
​Menjelang perayaan Idulfitri, Menko Pangan juga memberikan instruksi khusus kepada Pemerintah Kabupaten Jepara untuk memperbanyak titik pelaksanaan pasar murah. Ia menyarankan agar bazar pangan tidak hanya terpusat di kota, tetapi menjangkau tingkat kecamatan hingga desa. Langkah ini krusial untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga kebutuhan pokok saat Lebaran.
​Peninjauan Infrastruktur dan Bakti Sosial
​Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan meninjau infrastruktur vital, yakni jembatan penghubung Kedung–Wedung yang menjadi jalur distribusi logistik antarwilayah. Tak berhenti di situ, rombongan juga bergerak menuju Perumahan Khusus (Rusus) Nelayan di Desa Kedungmalang dan Desa Petekeyan untuk berdialog dengan masyarakat pesisir.
​Di lokasi tersebut, Menko Pangan bersama Bupati Jepara menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada warga yang membutuhkan. Sinergi antara pemerintah pusat yang membawa kebijakan makro dan pemerintah daerah yang mengeksekusi di lapangan diharapkan mampu menjadikan Jepara sebagai salah satu lumbung pangan yang tangguh dan sejahtera.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *