JEPARA – Sebuah perjalanan spiritual yang penuh makna kembali digelar di Jawa Tengah. Rombongan biksu peserta ritual Thudong secara resmi dilepas dari kawasan Candi Sima, Desa Blingon, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. Para biksu ini akan berjalan kaki selama sebelas hari menuju tujuan akhir mereka di Candi Sewu, Klaten, dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era.
Prosesi pelepasan Thudong Bhikkhu Jawa Tengah 2026 ini berlangsung khidmat pada Rabu (20/5/2026). Ketua Panitia Tudong, Sundoko, mengungkapkan bahwa ritual tahunan kali ini diikuti oleh 16 biksu yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selama perjalanan panjang tersebut, para peserta akan menjalani laku spiritual yang mengutamakan kehidupan sederhana, disiplin ketat, serta pengendalian diri.
”Di setiap langkah para bhikkhu, terdapat doa yang dipanjatkan bagi kedamaian negeri,” ujar Sundoko.
Rute Perjalanan dan Semangat Gotong Royong
Rombongan dijadwalkan melintasi sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Tengah, meliputi:
Jepara
Demak
Semarang
Ungaran
Salatiga
Boyolali
Klaten
Untuk mendukung perjalanan ini, masyarakat bersama berbagai pihak lintas sektoral telah menyiapkan titik singgah di sepanjang rute. Pos peristirahatan memanfaatkan berbagai fasilitas, mulai dari wihara, klenteng, gereja, masjid, balai desa, kantor pemerintahan, polsek, fasilitas TNI, hingga rumah sakit. Sundoko menegaskan bahwa tempat singgah ini bukan sekadar area istirahat, melainkan ruang kebersamaan dan gotong royong masyarakat lintas agama. Kehadiran ritual ini diharapkan dapat mempererat persaudaraan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menjaga Ketertiban dan Harmonisasi Daerah
Sementara itu, Pembimbing Masyarakat Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Karbono, mengingatkan para peserta untuk tetap menjaga ketertiban selama berjalan kaki di jalur umum agar tidak mengganggu pengguna jalan lain. Ia berharap seluruh rangkaian spiritual ini dapat berjalan dengan lancar hingga puncak perayaan Waisak nanti.
Apresiasi besar juga datang dari Bupati Jepara, Edy Supriyanta, yang menyatakan bahwa pelepasan Tudong ini menjadi bukti nyata keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat. Acara pelepasan tersebut turut dihadiri oleh para bhikkhu, tokoh lintas agama, aparat keamanan, jajaran pemerintah daerah, hingga perwakilan dari Keraton Surakarta Hadiningrat.
Menurut Bupati, momentum ini memperlihatkan wajah asli Jepara yang penuh dengan keharmonisan, kerukunan, dan semangat gotong royong di tengah keberagaman. Kondisi toleransi yang kuat ini bahkan telah mendapat pengakuan nasional melalui penghargaan Wonderful Indonesia Regencies Impact Award dengan predikat Indonesian Peaceful and Cultural Harmony Regency.
BIKSU TUDONG BERANGKAT DARI CANDI SIMA JEPARA MENUJU CANDI SEWU KLATEN UNTUK PERAYAAN WAISAK

Tinggalkan Balasan