Dialog Tanpa Jarak dan Arahan Ketua Umum di Bimteknas PPP Bali, Ketua DPRD Jepara: Momentum Menyatukan Arah Partai

Bali —Discovery Kartika Plaza Hotel, Sabtu (14/2/2026), dipenuhi nuansa hijau khas Partai Persatuan Pembangunan. Namun yang terasa bukan sekadar warna, melainkan atmosfer konsolidasi. Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Fraksi PPP menjadi forum yang lebih dari seremoni ia menjelma menjadi ruang penegasan arah perjuangan partai.
Di tengah forum itu, Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, duduk bersama para anggota fraksi PPP dari seluruh Indonesia. Mereka datang membawa dinamika daerah masing-masing, tetapi pulang dengan satu garis pesan yang sama: persatuan, soliditas, dan keberpihakan kepada rakyat.
Dalam pidato dan arahannya Ketua Umum DPP PPP H Muhamad Mardiono menekankan bahwa fraksi PPP di seluruh DPRD harus tampil sebagai pengawal persatuan dan pembangunan. Bukan sekadar pelengkap struktur politik, tetapi mitra strategis pemerintah sekaligus representasi aspirasi umat.
Pesannya lugas dan tanpa ambiguitas:
Loyal pada konstitusi.
Konsisten berpihak kepada rakyat.
Menjaga soliditas internal partai.
H Mardiono juga menggarisbawahi pentingnya stabilitas nasional sebagai fondasi pembangunan. Di tengah polarisasi politik yang kerap muncul, PPP diminta berdiri sebagai kekuatan penyejuk mengawal kebijakan publik dengan kritik yang konstruktif, bukan destruktif.
Bagi H Mardiono, fraksi di DPRD adalah wajah partai di daerah. Kinerja mereka menentukan kepercayaan publik terhadap PPP secara nasional.
Sesi yang paling menyita perhatian adalah dialog interaktif. Tidak ada podium tinggi yang menciptakan jarak. Para anggota fraksi dipersilakan menyampaikan kritik, uneg-uneg, dan pertanyaan secara langsung kepada Ketua Umum.
Model komunikasi terbuka ini menjadi sinyal perubahan kultur organisasi.
“Ini paradigma baru. Tidak ada jarak. Dialog sangat terbuka dan transparan. Seluruh pertanyaan langsung ditanggapi Ketua Umum dengan jelas dan elegan,” ujar Agus Sutisna.
Bagi Agus, forum tersebut bukan hanya penguatan teknis legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai momentum menyatukan kembali arah perjuangan partai dari pusat hingga daerah.
Di bawah kepemimpinan H Mardiono, PPP berupaya melakukan konsolidasi menyeluruh pasca dinamika politik nasional. Ia mendorong restrukturisasi organisasi, penguatan fraksi di parlemen, serta membangun komunikasi intensif dengan kader di daerah.
Beberapa capaian penting yang mengemuka di bawah kepemimpinannya antara lain:
Konsolidasi internal partai secara nasional melalui forum-forum terstruktur.
Penguatan peran fraksi PPP di DPRD Provinsi dan Kab/Kota agar lebih aktif dalam fungsi legislasi dan pengawasan.
Penegasan posisi PPP sebagai partai Islam moderat yang mengedepankan persatuan bangsa.
Stabilitas kepemimpinan partai di tengah dinamika politik nasional.
Bagi banyak kader, gaya kepemimpinan H Mardiono yang membuka ruang dialog langsung menjadi energi baru bagi partai berlambang Ka’bah tersebut.
Bagi Agus Sutisna, semangat dari Bali tidak boleh berhenti sebagai catatan forum nasional. Ia harus diterjemahkan dalam kerja konkret di DPRD Jepara.
“Konsolidasi di pusat harus bermuara pada penguatan kinerja di daerah. Fraksi PPP harus hadir sebagai solusi bagi masyarakat Jepara,” ujarnya.
Di tengah dinamika politik nasional dan lokal, Bimteknas ini menjadi penanda bahwa PPP tengah merapikan barisan. Pesan Ketua Umum jelas: fraksi adalah garda terdepan persatuan dan pembangunan.
Sebuah dialog tanpa jarak.
Dan sebuah penegasan arah bahwa perjuangan partai hanya akan kuat jika soliditas dijaga dan rakyat tetap menjadi pusat dari setiap kebijakan.


Tinggalkan Balasan